Burgerkill, “Venemous”, Album Paling Mematikan

image

Meskipun album ini sudah launching 2011 yang lalu, tidak ada salahnya kalau kembali saya ulas.
Album ini dibuka dengan intro gitar yang menyalak- nyalak di lagu Under The Scars seakan menandakan mereka siap kembali menyapa para Begundal Hardcore dengan materi- materi terbarunya. Yup setelah sekian lama menanti, grup HARDCORE asal Ujung Berung, Bandung ini kembali mengeluarkan karyanya yang mematikan.

Sesuai dengan nama albumnya, VENEMOUS, Burgerkill menawarkan arransemen yang benar-benar mematikan. Lick-lick melodi duet gitar Ebenz dan Agung seakan menjadi racun di tiap lagu. Rhytym section Andris (drum) dan Ramdan (bass) juga tak mau kalah. Meski menjaga tempo, namun mereka masih menyelipkan permainan dan variasi ketukan yang menarik. Dan dilengkapi dengan tarikan vokal Vicky yang lantang dan garang.

Tampak jelas progress yang dilakukan oleh Burgerkill bila kita lihat dari album- album sebelumnya. Meski progress tersebut sangat kelihatan menyolok, namun tak mengendorkan dan mengurangi mereka untuk memberikan arwah di setiap lagu.

Mencampuradukkan cantiknya swedish metal yang mematikan dengan liarnya American metal yang kental dengan petikan yang bluesy menjadi suatu keunikan harmoni tersendiri. Steve Vai sepertinya menginspirasi Ebenz untuk bermain-main diakhir lagu My Worst Enemy . Ebenz sendiri mengakui bahwa ini album tersulit yang pernah mereka kerjakan, terlebih untuk melepas bayangan di album BEYOND COMA AND DESPAIR . Namun dengan banyaknya influen yang mereka dengarkan membuat mereka puas dengan hasilnya. Dan inilah persembahan eksplorasi dari Burgerkill yang indah tertata dengan megahnya melodi yang terjalin harmonis tertuang tanpa henti hingga di track terakhir.

👿
👿

Salam…
Keep rockin’ and SAY NO TO MAHOBAND…